Pengenalan

Sekolah Tian- tai di dirikan oleh Zhi-yi (Chih-i) (538-97 SM). Nama sekolah ini sendiri diambil dari gunung Tian-tai di China, karena Zhi-yi tinggal dan belajar disana selama bertahun- tahun. Dari namanya, kita bisa melihat bahwa ini merupakan sekolah dengan ajaran China, bukan hanya sekedar sekolah dengan pengembangan Buddhisme India yang lebih jauh. Ajaran yang telah diabsahkan berupa teks dari sekolah Tian-tai adalah Lotus Sutra, merupakan singkatan dari Sutra Teratai yang mekar dari Dharma yang lembut. Zhi- yi menganggap ajaran ini merupakan ajaran suci yang mencapai status tertinggi dalam doktrin ajaran Buddha, sebagai ajaran yang paling sempurna dan mendekati ajaran Budha yang sebenarnya. David Chappell menyebut Lotus Sutra sebagai teks suci yang definitif dalam ajaran Tian-tai, dan Burron Watson mengatakan bahwa ini merupakan salah satu ajaran suci dari Buddha Mahayana yang paling penting dan influental. Untuk mengenal filosofi Tian-tai, maka kita harus memulainya dengan Lotus Sutra.

Zhi – yi mempunyai dua pembagian dalam Lotus Sutra. Yang pertama ialah Fa- hua – xuan – yi ( arti esoterik dari Lotus Sutra ), yang mengeksplikasi arti tersembunyi dibalik Sutra. Yang lainnya adalah Fa- hua – wen – ju ( kata dan Frasa dalam Lotus Sutra ). Ia juga memiliki pembagian lain dalam metode yang praktis, disebut sebagai Mo-he-zhi-guan ( Kontemplasi dan penenangan ). Semua pembagian disini terdiri dari catatan yang di kompilasikan oleh kepala muridnya Guan-ding. Mereka telah dilihat sebagai “tiga teks besar dari Tian- tai”. Dari ketiganya, arti esoterik dari Lotus Sutra dan Kontemplasi dan penenangan sangat penting karena mengacu pada Yu-kwan Ng. Mereka merefleksikan secara komprehensif ajaran Zhi yi serta hamir semua kunci dari konsep dan metode filsafat yang dipelajari dengan pertanyaan – pertanyaan sederhana.

Kesulitan utama untuk pembaca dengan bahasa inggris untuk meneliti filsafat Tian-tai  adalah jumlah teks yang sedikit serta terjemahan yang terbatas  dengan interpretasi dari teks asli yang sangat sedikit. Disamping dari banyak teks sesudahnya dalam ajaran Tian-tai, sekurang – kurangnya terdapat 20 pembagian oleh zhi-yi sendiri. Interpretasi berbeda dari filosofi Tian-tai diambil dari beberapa teks yang berbeda sebagai dasar. Contohnya, Donner dan Stevenson fokus pada Mo-he-zhi-guan, tapi mereka hanya menerjemahkan chapter pertama dari buku tersebut. Swanson menggunakan fahua xuanyi untuk mejelaskan pondasi dari filosofi Tian-tai, tapi ia pun juga hanya menerjemahkan bagian tengah dari buku tersebut. Chappell memilih Empat Ajaran, yang ditulis oleh rahib China-Korea Chegwan pada abad ke sepuluh. Akhirnya, Wing Tsit Chan dan Fu Yung Lan dalam sejarah filsafat China yang dikutip dari Metode Penghentian dan dan kontemplasi dalam Mahayana untuk mengartikan filosofi Thian-tai, walaupun mereka tidak mengenal siapa yang menulisnya ( guru dari Zhi-yi, Hui-si )menjadi rebutan. Mungkin pembelajaran dalam bahasa inggris yang paling komprehensif dari filosofi Zhi-yi merupakan filosofi dari Yu-kwan Ng : Buddhisme Tian-tai dan Madhyamika awal. Chapter ini berdasarkan teks china dan komentaris China, dalam bahasa inggris . karena kemampuan terjemahan bahasa inggris yang terbatas, kita akan mengguanakan Lotus Sutra, sebagian dari Arti Estorik Lotus Sutra dan sebagian dari penenangan dan kontemplasi sebagai sumber utama dalam bahasa inggris. Kita juga akan mengkonsultasikan Hui-si : metode penghentian dan kontemplasi di Mahayana sebagai terjemahan dari Fung dan Chan, dengan catatan bahwa filsafat ini tidak benar – benar sama dengan Zhi-yi.

Pelatihan filsafat Zhi-yi dapat ditelusuri kembali dalam pemikiran Nagarjuna, pendiri Sekolah India Mahyamika. Ia jarang mereferensikan ajaran Narajuna, dan menjadi jelas bahwa ia sudah terpengaruh dalam oleh filsafat Madhyamika. Tapi tidak seperti sekolah Xuan-Zang, sekolah Tian-tai bukan hanya sekedar penerusan dari Sekolah India Buddha. Zhi-yi memodifikasi ajaran dasar dari Madhyamika untuk memformulasikan filsafat Tian-tai.

Gagasan Tian-tai mengenai kejujuran dalam metafisika : Ulitimatum Realitas

Ciri yang paling khas dari Tian-tai ialah kepercayaan bahwa hanya ada sebuah realita, yang merupakan dunia dan nirvana. Zhi-yi mencoba menjelaskan pandangan ini dengan merumuskan beberapa frasa dan slogan terkenal dari filsafat Tian-tai seperti, “ sepuluh Dharma”, “satu pikiran mengandung tiga ribu dunia”, dll. Walaupun Buddhisme berdasar dari Lotus Sutra, tidak ada satupun deskripsi – deskripsi tersebut muncul di dalamnya. Frasa tersebut ada pada filsafat Tian-tai.

Sepuluh Dharma alam dan kesatuan realitas

ketika Buddhisme mengajarkan tentang pembagian dunia dan nirwana, eksistensi dua alam tersebut sangatlah eksklusif. Dunia ditandai oleh adanya perpindahan. Nirvana merupakan penghentian perpindahan. Yang dimaksud oleh Buddha mengenai dunia disini bukanlah hanya dunia secara fisik yang memberikan pengalaman inderawi. Dunia meliputu enam eksistensi alam yang disebut “ enam takdir” atau  “ enam dharma “:

  1. Neraka                                                 à siklus kehidupan dan kematian
  2. Kelaparan                                            à siklus kehidupan dan kematian
  3. Binatang buas                                                    à siklus kehidupan dan kematian
  4. Iblis                                                        à siklus kehidupan dan kematian
  5. Manusia                                               à siklus kehidupan dan kematian
  6. Tuhan atau makhluk surga           à siklus kehidupan dan kematian

Dari tingkatan dia atas dapat dilihat bahwa dunia spiritual seperti neraka dan surga juga termasuk di dalam dunia. Kehidupan tidak dimulai dari kelahiran, melainkan itu merupakan sebuah siklus. Dan untuk mencapai nirvana harus bebas dari siklus tersebut. Nirvana disini merupakan sebuah realitas  yang sebenar benarnya sedangkan dunia bukan.

Terdapat 4 dharma tambahan yang menyangkut nirvana

  1. Skravakas                                            à Nirvana
  2. Pratyekabuddhas                            à Nirvana
  3. Boddhisattvas                                   à Siklus kehidupan dan kematian/Nirvana
  4. Buddha                                                à Nirvana

Menurut Zhi-yi semua realitas termasuk dalam kesepuluh Dharma ini. Tidak ada hal lain diluar hal itu. Mereka musnah karena bebrapa kondisi dan sebab tetapi mereka tidak dipisahkan menjadi bagian yang lain.

Perbedaan fundamental antara Buddha dan Buddha Tian-tai ialah merupakan tujuan akhir manusia, keluar dari dunia dan memasuki suatu dunia baru yang benar – benar berbeda

Pikiran dan Dunia

Zhi- yi mengatakan bahwa satu pikiran mengandung sepuluh dharma. Satu dharma juga mengandung sepuluh dharma. Jadi ada seratu dharma, setiap dharma mengadung tiga puluh dunia. Jadi satu pikiran mengandung tiga ribu dunia. Apakah arti dari kata disini? Mengapa dalam satu pikiran mengandung semua realita? Sekurang kurang nya terdapat tiga interpretasi mengenai hal tsb :

  1. Kemampuan untuk menghasilkan à dunia merupakan imajinasi pikiran
  2. Kemampuan untuk merasa à penggunaan indera sebagai perasa
  3. Kemampuan untuk memahami à kemampuan kognitif pikiran

Dharma : kebenaran tiga kali lipat

Adalah :

  1. Keberadaan kebenaran sementara (jia-di) à semua dharma tergantung dari banyak faktor kausal
  2. Kebenaran kosong (kong-di) à semua dharma tidak bersubstansi
  3. Kebenaran dari jalan tengah (zhong-di) à semua dharma merupakan kebenaran sementara sekaligus kosong

Dari ketiga hal tersebut diatas sekali lagi kita dapat melihat bahwa dharma merupakan realitas. Tak perlu mencari realitas di balik realitas karena realitas ialah realitas itu sendiri. Tak ada hal alin di luar dharma karena juga terdapat kebenaran kosong serta jalan tengah.

Buddha,Alam Buddha dan Dharma Buddha

Lotus Sutra menggambarkan Buddha sebagai makhluk yang abadi yang pernah ada di dunia. Masa lalu,masa sekarang dan masa depan merupakan rangakain personifikasi dari keabadian Buddha itu sendiri.