Sorotan akan pengusungan budaya ternyata tidak hanya menampakan budaya tersebut menjadi  budaya tandingan, sebagai sub-budaya yang menelusuri celah dari budaya massa dan pada akhirnya menjadi entitas baru yang hanya menandingi tetapi lebih daripada itu juga menjadi kritik akan budaya mapan. Dalam bahasan kali ini penekanan terutama berangkat dari kesadaran akan ancaman teknologi yang akhirnya menimbulkan tema budaya tandingan yang “anti” terhadap teknolog, konon kesadaran akan ancaman teknologi sudah dapat ditangkap dari mitologi Yunani Promotheus .

Memang awalnya perkembanagn teknologi di sekitar renaissance eropa antara lain yang tercermin dalam pemikiran Francis Bacon dan Rene Descartes menempatkannya di tempat yang agung, sebagai alat untuk mempertinggi kesejahteraan manusia dan pada akhirnya manusia bisa mnejadi “tuan dan empunya alam”. Pandangan tersebut tidak lama berkumandang, memilih momen perang dunia masyarakat akhirnya masuk ke tahap kritis dalam melihat teknologi tidak lagi meluli sejalan dan kongruen dengan kesejahteraan manusia, denghan kebebasan dan kemudahan yang dijanjikan , namun  terutama selepas perang dunia I dan II dalam penghayatan pengalaman manusia telah mapu menempatkan pandangan bahwa teknologi malah merupakan ancaman maupun membatasi kebebasan manusia sebagai penggantinya. Lebih lanjut,seorang  sosiolog Prancis bernama Jacques Ellul bahkan menyatakan bahwa teknik telah mampu mengintegrasikan mesin dan nilai-nilainya kedalam masyarakat dan akhirnya melahirkan apa yang ia sebut sebagai “mesin-manusia”. Berangkat  dari situ, Ellul akhirnya menyimpulkan bahwa; semua kemajuam teknologi ada harganya, teknologi baru menimbulkan lebih bnanyak masalah daripada memecahkannya, teknologi tidak dapat dipisahkan dari kemanfaatannya, semua teknologi punya hokum dampak yang belum terprediksi.  Pada kesimpulannya adalah teknologi secara sistematis memperlemah kebebasan, harga diri, dan otonomi manusia dengan  cara membatasi konsepsi kita mengenai pikiran dan rasionalitas, artinya; masyarakat diperbudak teknologi.

Teknokrasi; masyarakat yang berupaya mencapai kemajuan sosial melaui sains, penemuan dan penciptaan. Teknopoli: masyarakat yang telah menjadikan teknokrasi sebagai ideology serba dominan, sehingga alternative lain sdampai-sampai tak terpikirkan. Hal tersebut diutarakan neil Postman dalam bukunya : Technopoly: The Surrender of Culture to Technology (New York:Knopf,1992)

Pada akhirnya, ternyata permasalahan kemajuan teknologi tidak hanya mengancam secara konseptual, namun juga secara nyata, lewat dan atasnama teknologi telah terjadi ancaman kerusakan ekologi manusia, sebuah gerak yang mengantar manusia menghancurkan planet ini. Jalan keluarnya sangatlah jelas, yaitu pengulasngan terus menerus mitologi budaya tanding  sebagai kritik masyarakat massa dalam selubung ekologisnya.

Advertisements